Contoh Gurindam Lengkap dan Maknanya

Contoh Gurindam – Berikut ini kami hadirkan pengertian, ciri dan Contoh Gurindam lengkap terbaru 2013, gurindam 12 . Pengertua Gurindam adalah puisi Melayu lama baik cinta atau kehidupan dan lain-lain yang memiliki ciri terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan irama yang sama dan merupakan kesatuan yang utuh. Arti kata Gurindam sendiri berasal dari India, yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal atau perumpamaan.

Contoh Gurindam
Contoh Gurindam 12


Kumpulan Contoh Gurindam Lengkap Terbaru 2013

Inilah beberapa contoh terbaru Gurindam yang semoga bisa bermanfaat bagi anda semua yang sedang dapat tugas mencari contoh gurindam.

Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh inayat
Contoh tersebut merupakan sebuah gurindam yang memberikan petuah kepada seorang pemimpin untuk senantiasa melakukan pemerintahan  secara adilterhadap rakyatnya. Dengan keadilan tersebut, maka seorang pemimpin bisa dikatakan sebagai pemimpin yang diharapkan oleh rakyatnya.
Kasihkan orang yang berilmu, tanda rahmat atas dirimu
Contoh tersebut merupakan gurindam yang memberikan nasihat bahwa ilmu merupakan rahmat yang bisa didapatkan oleh seseorang, kemudian menyebarkan ilmu tersebut dengan cara yang baik serta untuk kepentingan yang baik pula.
Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti
Contoh tersebut merupakan gurindam yang memberikan nasihat untuk senantiasa mengingat kematian dan melakukan berbagai kebaikan di dunia menjelang hari kematian tersebut.
Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta
Contoh tersebut merupakan gurindam yang memberikan nasihat untuk senantiasa melakukan kebijakan demi pengadilan yang nanti akan diperadilkan di akhirat. Selain contoh gurindam di atas, masih banyak lagi contoh gurindam lainnya yang juga merupakan sebuah pesan sekaligus nasihat bagi yang mendengarkannya.
Makna Gurindam Dua Belas
Gurindam dua belas merupakan gurindam yang berisi 12 pasal yang berisi tentang nasihat agama, budi pekerti, moral, dan perilaku.
Pasal I dan II dalam gurindam dua belas merupakan nasihat tentang agama, yakni bagaimana seseorang seharusnya menjadikan agama sebagai pedoman hidup mereka.
Pasal III dalam gurindam dua belas berbicara tentang budi pekerti, yakni bagaimana menahan kata-kata yang tidak perlu dan memakan sesuatu seperlunya.
Pasal IV adalah mengenai tabiat atau kebiasaan yang mulia, yakni sesuatu yang muncul dari hati nurani dan akal pikiran (budi).
Pasal V dari gurindam dua belas adalah mengenai pentingnya pendidikan dan memperluas pergaulan dengan kaum terpelajar sehingga segala sesuatu bisa dilihat dari sudut pandang yang lebih luas lagi.
Pasal VI gurindam dua belas berbicara mengenai pergaulan, cara yang baik untuk mencari teman yang baik, dan guru sejati yang dapat mengajarkan muridnya perihal baik dan buruk.
Pasal VII gurindam ini berisi tentang nasihat bagi orang tua untuk membangun akhlak dan budi pekerti yang baik sejak anak-anak mereka masih kecil.
Pasal VIII berisi tentang nasihat agar seseorang tidak percaya pada orang lain yang bersifat culas dan tidak berprasangka buruk terhadap orang lain.
Pasal IX gurindam dua belas ini adalah mengenai pergaulan pria dan wanita serta pendidikan. Setiap pria dan wanita hendaknya memiliki pengendalian diri yang kuat dengan cara rajin beribadah agar imannya kuat.
Pasal X gurindam ini berisi tentang nasihat keagamaan dan budi pekerti dengan cara menghormati kedua orang tua.
Pasal XI berisi tentang nasihat kepada pemimpin untuk tidak melalukan tindakan yang buruk serta berusaha untuk melaksanakan amanat yang diembannya.
Pasal terakhir, yakni pasal XII berbicara mengenai keagamaan yang membuat manusia harus selalu mengingat kematian dan kehidupan di akhirat nanti.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gurinda mmerupakan salah satu produk sastra Melayu yang diciptakan sebagai sebuah media komunikasi untuk berbicara terhadap orang lain dalam hal-hal yang baik.


Contoh Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji

salah satu gurindam yang sangat terkenal yaitu Gurindam dua belas 12 beserta artinya karya Raja Ali Haji.

Gurindam I
Ini gurindam pasal yang pertama:

Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang ma’rifat Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang terpedaya. Barang siapa mengenal akhirat,tahulah ia dunia melarat.

Gurindam II
Ini gurindam pasal yang kedua:

Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III
Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi’il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat:

Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII
Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX
Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X
Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI
Ini gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.

Gurindam XII
Ini gurindam pasal yang kedua belas:

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.
( Perintis Sastra, 1951)
Nah, itu tadi Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Untuk Arti Gurindam 12 bisa kamu lihat dibawah ini.

Arti/Makna Gurindam Dua Belas 12

Kedua belas pasal “Gurindam Dua Belas” tersebut berisi nasihat tentang agama, budi pekerti, pendidikan, moral, dan tingkah laku. Pasal I dan II memberi nasihat tentang agama (religius). Pasal III tentang budi pekerti, yaitu menahan kata-kata yang tidak perlu dan makan seperlunya.

Pasal IV tentang tabiat yang mulia, yang muncul dari hati (nurani) dan akal pikiran (budi). 

Pasal V tentang pentingnya pendidikan dan memperluas pergaulan dengan kaum terpelajar. 

Pasal VI tentang pergaulan, yang menyarankan untuk mencari sahabat yang baik, demikian pula guru sejati yang dapat mengajarkan mana yang baik dan buruk. Pasal VII berisi nasihat agar orang tua membangun akhlak dan budi pekerti anak-anaknya sejak kecil dengan sebaik mungkin. 

Jika tidak, kelak orang tua yang akan repot sendiri. Pasal VIII berisi nasihat agar orang tidak percaya pada orang yang culas dan tidak berprasangka buruk terhadap seseorang. 

Pasal IX berisi nasihat tentang moral pergaulan pria wanita dan tentang pendidikan. Hendaknya dalam pergaulan antara pria wanita ada pengendalian diri dan setiap orang selalu rajin beribadah agar kuat imannya. 

Pasal X berisi nasihat keagamaan dan budi pekerti, yaitu kewajiban anak untuk menghormati orang tuanya. Pasal XI berisi nasihat kepada para pemimpin agar menghindari tindakan yang tercela, berusaha melaksanakan amanat anak buah dalam tugasnya, serta tidak berkhianat. 

Pasal XII (terakhir) berisi nasihat keagamaan, agar manusia selalu ingat hari kematian dan kehidupan di akhirat.

Semoga kumpulan Contoh Gurindam dan Gurindam 12 Dua Belas diatas bermanfaat menambah wawasan anda semua.
Salam Tercanggih
Hasil Penelusuran:
  • contoh gurindam 12 dan maknanya
  • contoh contoh gurindam dab maknanya
  • gurindam 12 dan artinya lengkap
  • contoh gurindam
  • contoh gurindam 12 harya haji ali serta maknanya
  • contoh gurindam dan maknanya
  • contoh puisi gurindam beserta maknanya
  • gurindam dua belas lengkap dengan maknanya

Contoh Gurindam Lengkap dan Maknanya | Elida Hafni | 4.5 | 267 x diLihat

Leave a Reply