Nuaiman sahabat Nabi Muhammad yang paling nakal

Nu'aiman

Ada seorang sahabat Rasulullah namanya adalah Nuaiman. Nama asli nuaiman adalah Nu’aiman bin Amru bin Rafa’a salah satu sahabat Nabi Muhammad yang sangat lucu, Konyol, koplak, gokil dan kerap membuat rasulullah tertawa-tawa.

Tidak seperti sahabat-sahabat Rasul pada umumnya yang memiliki sifat-sifat yang patut diteladani, Nu’aiman adalah seseorang yang dikenal sebagai pemabuk, suka bercanda, dan dia suka sekali nge-prank sahabat-sahabat, bahkan Rasulullah sendiri tak luput dari prank Nu’aiman.

Meskipun begitu kisah dan kehadiran Nu’aiman kerap kali membuat Nabi Muhammad tertawa terpingkal-pingkal, karena kocak sekali.

Bahkan dikatakan :Tidaklah Rasulullah SAW dalam keadaan bersedih, kecuali Nu’aiman datang, Rasulullah akan tersenyum

Berikut ini adalah kisah-kisah masyhur lengkap dari Nu’aiman.

Kisah Nu’aiman minum minuman keras atau miras miras

Nu’aiman

Saat Nu’aiman ketahuan minum miras oleh sahabat. Mengetahui hal ini, mereka pun membawanya ke Nabi.

Nabi Muhammad berkata

“Apa yang engkau lakukan wahai Nu’aiman?”

Nu’aiman pun mejawab dengan jujur.

“Saya minum miras wahai Rasulullah”

Mendengar hal itu Nu’aiman pun dihukum. Dan dia pun meminta maaf dan bertobat. Tetapi, di kemudian hari dia minum-minum lagi dan dihukum lagi oleh Rasulullah.

Melihat kejadian ini sebagian sahabat mengatakan

“Semoga Allah melaknatmu Nu’aiman karena memainkan Rasulullah SAW”

Mendengar perkataan itu maka Rasulullah merespon.

“Jangan kamu laknat Nu’aiman, karena dia cinta dengan Allah dan Rasulnya”

Kisah Nuaiman memberikan Hadiah Untuk Nabi

Suatu ketika ada seorang penjual madu yang keletihan setelah berkeliling di Madinah menjajakan madunya. Namun, dagangannya itu belum laku. Melihat hal ini Nu’aiman mengajaknya ke rumah Rasulullah. Saat sudah sampai, Nu’aiman menyuruh pedagang itu menunggu di depan rumah, sedangakan Nu’aiman masuk membawa madu dan menjumpai Rasul.

“Ya Rasulullah… aku tahu engkau suka madu, oleh karena itu aku berikan madu ini untukmu sebagai hadiah”

Setelah madu itu diberikan ke Rasul, Nuaiman keluar dan bilang ke penjual madu.

“Aku akan pergi karena ada urusan, sebentar lagi penghuni rumah itu akan keluar dan membayar madu itu”

Sang penjual pun senang, akhirnya madu yang dijualnya laku juga. Setelah menunggu beberapa waktu, penghuni rumah tak kunjung keluar, akhirnya sang pedagang pun memberanikan diri mengetuk pintu rumah, sambil berkata

“Wahai penghuni rumah, bayarlah maduku!”

Mendengar hal ini, Rasulullah terkejut dan langsung menyadari prank Nu’aiman ini dan langsung membayar madu tersebut.

Kisah Nuaiman Menyembelih Unta Tamu Rasulullah

Nu’aiman

Di luar rumah Rasulullah, para sahabat berkumpul sambil menjaga unta tamu yang sedang mengunjungi Rasulullah. Diantara sahabat itu adalah Nu’aiman. Para sahabat saling ngobrol dan tiba-tiba punya ide iseng-iseng doang untuk makan daging unta itu. Tak disangka-sangka ide iseng ini dianggap serius oleh Nu’aiman dan Nu’aiman pun langsung menyembelih unta tersebut dan kabur.

Setelah itu sang tamu pun keluar dan kaget bukan kepalang, unta satu-satunya untuk pulang sudah disembelih orang. Para sahabat pun mengadu ke Rasul bahwa yang memotong leher unta itu adalah Nu’aiman. Salah satu dari mereka menunjukkan tempat pesembunyian Nu’aiman. Rasul pun menghampiri dan mempertanyakan masalah ini. Jawaban Nu’aiman malah membuat Rasulullah tersenyum

“Tanyakan saja kepada orang yang menunjukkan tempat persembunyianku”

Menyadari ulah iseng ini, akhirnya Rasul mengganti rugi unta tersebut dengan jumlah yang lebih dari cukup

Kisah Nu’aiman dan Kakek Buta

Ada seseorang kakek yang bernama Makhrumah bin Naufal. Dia sudah tua dan kenikmatan penglihatannya sudah diambil oleh Allah, dengan kata lain dia sudah rabun atau buta. Suatu saat dia hendak kencing di salah satu masjid.

Para sahabat pun teriak “Masjid! Masjid!”, Nu’aiman pun menuntunnya supaya dia tidak kencing disitu. Eh… sama Nu’aiman bukannya dituntun ke toilet tetapi dituntun ke sisi lain masjid sambil berkata

Kencinglah disinilalu Nu’aiman kabur.

Ketika hendak kencing, para sahabat yang lain pun teriak lagi “Masjid, Masjid!”

Mengetahui hal ini Makhrumah marah dan berkata

Celaka! siapakah yang membawaku ke sini?

Para sahabat pun memberi tahunya bahwa yang membawanya kesana adalah Nu’aiman

Makhrumah berkata

Sungguh jika aku beruntung aku akan memukulnya dengan tongkatku!

Beberapa hari kemudian, Nu’aiman mendatangi Makhrumah sambil berkata

Apakah kamu menginginkan Nu’aiman?

dengan cepat Makhrumah mengiyakan.

Lalu Nu’aiman menuntunnya dan berhenti tepat di belakang seseorang, sambil berkata

Orang di depanmu itu adalah Nu’aiman

Dengan sigap, Makhrumah memukul orang tersebut. Tanpa disadari oleh Makhrumah, ternyata dia memukul Utsman bin Affan, yang pada saat itu adalah seorang khalifah. Sementara Nu’aiman sudah kabur menyelamatkan diri.

Kisah Nu’aiman Menjual Sahabat Nabi

Nu’aiman

Ini kisah yang menurut saya paling lucu sih.

Suatu ketika Abu Bakar berniaga di Negeri Syam membawa 2 orang sahabat yang bernama Suwaibith dan Nu’aiman. Mereka berhenti pada suatu tempat, lalu Abu Bakar pergi meninggalkan mereka karena ada suatu urusan. Abu Bakar memberi amanah kepada Suwaibith supaya menjaga bekal makanan mereka. Karena tidak mungkin amanah ini diberikan kepada Nu’aiman.

Benar saja, tak begitu lama setelah Abu Bakar pergi. Nu’aiman merasa lapar dan meminta sepotong roti dari perbekalan tersebut. Karena Suwaibith merupakan orang yang sangat amanah, Suwaibith melarang Nu’aiman mengambil roti sebelum Abu Bakar datang. Karena hal ini, Nu’aiman marah dan jengkel dengan Suwaibith. Nu’aiman pun pergi meninggalkan Suwaibith.

Nu’aiman punya ide nakal…Nu’aiman menawarkan “Budah murah” ke orang-orang yang ditemuinya. Akhirnya ada orang yang setuju membeli budak ini. Lalu Nu’aiman mengantarkan pembeli ini ke tempat Suwaibith, sambil berpesan :

Nanti budak ini akan berkelak, bahwa dia adalah orang yang merdeka, bukan budak. Apabila dia berkata demikian, hiraukan saja, jangan dengarkan omongannya.

Mereka pun menangkap Suwaibith, seperti yang Nu’aiman katakan, Suwaibith berkelak, bersikeras bahwa dia bukanlah budak. Namun, pembeli itu sudah tidak percaya lagi karena sudah di wanti-wanti oleh Nu’aiman akan hal ini. Suwaibith pun dibawa pergi oleh pembeli.

Tak lama kemudian, Abu Bakar datang dan bingung karena Suwaibith tidak ada di tempat. Nu’aiman pun dengan santuy-nya menjelaskan apa yang terjadi. Abu Bakar pun bergegas mencari pembeli tersebut dan membeli kembali Suwaibith. Setelah pulang di Madinah, Abu Bakar menceritakan hal ini ke Rasulullah, Rasulullah pun terbahak-bahak karena kisah konyol ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *